“Elaborasi Pemuda dalam Mendorong Perekonomian di Tengah Efesien Anggaran”, adalah sebuah tema dialog yang digagas oleh komunitas Adelweis dan berlangsung pada hari Sabtu, 14/03/2026.
Kegiatan dialog yang dilaksanakan oleh Komunitas yang bertempat di Pelataran Cafe Adelweis Malilingi, di Jl. Raya Lanto No.15, Kelurahan Pallantikang, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, dilaksanakan bukan tanpa tujuan, dialog tersebut, dilaksana untuk menggali peran dan kontribusi pemuda terhadap ditengah carut marut kemerosotan ekonomi daerah, dan mengakselerasikan dengan efesien anggaran. Apa kah berdampak bagi terhadap pertumbuhan perekonomian suatu daerah?
Lalu bagaimana pemuda harus bersikap dan mengambil peran apa?
Kegiatan sukses menghadirkan pemateri Bapak Prof. Dr. Anas Anwar Makkatutu Yang dipandu langsung Abd. Rahman Ramlan Direktur Bonthaink institut dan dihadiri oleh Presidium dan beberapa pengurus KAHMI Kabupaten Bantaeng dan juga perbagai OKP di Kabupaten Bantaeng, seperti, HMI, KNPI, Pemuda Muhammadiyah, Pemuda Uluere dan berbagai aktivis yang terkenal lantang untuk memperjuangkan kepentingan publik di Kabupaten Bantaeng.
Prof. Dr. Anas Anwar Makkatutu, sebagai Narasumber dalam dialog tersebut, memberikan apresiasi kepada Komunitas Adelweis yang terbilang kreatif dan berani mengambil sikap mengagas dan mengupas tema Elaborasi Pemuda dalam Mendorong Perekonomian di Tengah Efesien Anggaran. Menurutnya, selain tema tersebut relevansi dengan kondisi negara tema tersebut sangat jarang diangkat dalam pembicaraan publik. Bahkan menurut Abd. Rahman Ramlan saat memandu dialog tersebut, Komunitas Adelweis adalah komunitas pertama kali mengakat tema tersebut di Sulawesi-Selatan dan terkhusus di Kabupaten Bantaeng itu yang pertama kalinya dan Komunitas Adelweis menurutnya dianggap cukup berani dan bernyali.
Rahman, Pemerintah Desa Bonto Daeng, yang akrab disapa, Rahman Lintas Batas, yang merupakan Pengurus KAHMI dan sekaligus Pembina Aliansi Pemuda Pemuda Uluere, memberi gambaran berdasarkan pengalaman dalam membina dan menggerakkan pemuda. Ia menuturkan bahwa peran pemuda harus berwujud dalam kontribusi nyata, dimana pemuda menjadi tonggak pergerakan yang lahir dalam bentuk aksi-aksi pemuda, seperti aksi sosial, kemanusiaan dan aksi religius.
Lebih lanjut Rahman menuturkan contoh gambaran aksi-aksi sosial dan kemanusiaan yang dilakukan oleh Aliansi pemuda Uluere yang digawangi oleh Komunitas MAPIA dari Desa Bonto Lojong dan Karang Taruna Sipakalabbiri’ dari Desa Bonto Daeng, berupa membagi sayuran. Dimana momen tersebut, merupakan adalah boleh dikatakan momen hajatan setiap ramadhan yang dilakukan oleh Pemuda Uluere. Ia menggaris bawahi bahwa aksi membagi sayuran adalah aksi-aksi kecil yang akan berdampak besar bagi pemuda karena akan melahirkan kesadaran jiwa bagi terhadap kepedulian terhadap sesama manusia dan berangkat dari kesadaran itu juga akan melahirkan kepedulian pedulian pemuda untuk memperhatikan nasib daerahnya kedepannya.
Sementara menurut para penggagas kegiatan, Marzuki Ketua Komunitas, Takdir Ketua Pelaksana Kegiatan, Sul, Juswansar yang didampingi oleh Nawir dan Jamal MAPIA merajut harapan bahwa kegiatan dialog yang dilaksanakan adalah pemantik awal kegiatan yang dilaksanakan oleh komunitas Adelweis. Dan berharap kedepannya terlaksana kegiatan-kegiatan dialog sebagai ruang berbincang yang solutif bagi pemuda untuk turut andil membangun daerahnya.media arbiter. Com






