Disamping Program Strategis, Giat Halalbihalal Yayasan MSA & SGM di Yogjakarta Juga Ada MoU Dengan Perusahan Travel Ibadah Umroh dan Haji dari Jakarta

Susislo: Jaga Budaya dengan Hati, dan Jaga Hati dengan Budaya.

Bojonegoro Jatim, arbiter.com // Yayasan Miluhuring Sayidin Arum (MSA) bersama Perkumpulan Sambung Generasi Mataram (SGM) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, pada Sabtu, 25 April 2026, mulai pukul 08.00 hingga 13.00 Wib menggelar kegiatan Halalbihalal bertempat di Hotel Kalya Kotagede Yogjakarta, Jawa Tengah.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat ukhuwah di antara anggota komunitas SGM dan masyarakat luas.

Selain menjadi ajang saling memaafkan pasca-Idulfitri, acara ini juga dirancang untuk meningkatkan kesadaran serta kecintaan terhadap warisan budaya dan sejarah Mataram, sekaligus mendorong pelestarian nilai-nilai luhur yang menjadi fondasi kebudayaan Nusantara.

Rangkaian kegiatan Halalbihalal diisi dengan pengukuhan dan pelantikan Dewan Pengurus Wilayah, serta pengenalan unit kerja Yayasan MSA, yakni LBH Cendekia dan Pusdiklat Ksatria Muda Mataram.

Disamping itu juga dilaksanakan sebuah MoU dengan Perusahan Travel Ibadah Umroh dan Haji, PT. WIYARTA TUR RAHAYU dari Jakarta dan PEKALEN RAFTING untuk Kegiatan Wisata Traveling.

Kegiatan ini juga di suport oleh UMKM Binaan Yayasan Yautu CV. AKASH SWASTHA yang bergerak di jamu tradisional yaitu TETES RIMPANG (Spesialis mengatasi penyakit mata, katarak, dll)

Usai giat acara Halalbihalal, pada pukul 14.00 Wib kegiatan dilanjutkan dengan ziarah ke makam raja-raja Mataram di kawasan Kotagede sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur sekaligus upaya menjaga kesinambungan sejarah dan tradisi.

Dipenyampaiannya, Ketua Dewan Pendiri Yayasan MSA dan Perkumpulan SGM, RT. Susilo Indrianto Projo Budoyo, S.Pd., ST.,MM menegaskan bahwa filosofi Kemataraman menjadi ruh utama dalam setiap gerak organisasi.

“Jaga Budaya dengan Hati, dan Jaga Hati dengan Budaya. Keduanya tak bisa dipisahkan,” ujarnya dalam pernyataan resmi.

Disisi lain, dalam momentum kebangkitan budaya Nusantara, Yayasan MSA dan Paguyuban SGM juga memperkenalkan strategi jangka panjang 30 tahun yang berlandaskan nilai Kemataraman. Imbuhnya.

Program strategis tersebut meliputi revitalisasi budaya melalui digitalisasi manuskrip dan festival tahunan, penguatan ekonomi kreatif berbasis UMKM budaya, pendidikan kepemimpinan berbasis nilai, hingga pengembangan smart heritage tourism berbasis teknologi seperti AR/VR. Jelasnya

Melalui kegiatan ini, kedua organisasi berharap dapat memperkuat ikatan sosial, menumbuhkan rasa cinta terhadap warisan budaya Mataram, serta menghidupkan kembali semangat kebersamaan yang berakar pada nilai-nilai luhur bangsa. Ungkapnya.

Yayasan MSA dan Paguyuban SGM mengundang seluruh anggota komunitas serta masyarakat umum untuk turut hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan ini. Halalbihalal ini diharapkan menjadi ruang bersama untuk merajut kebersamaan sekaligus menjaga jati diri budaya di tengah arus globalisasi. Pungkasnya. (Siswo.L)

Editorial: Solikin

Pos terkait