Ogan Ilir,Sumsel,Arbiter.online.
Personel Polsek Indralaya merespons cepat laporan masyarakat mengenai penemuan jenazah seorang pria yang diduga mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di Dusun I, Desa Lorok, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Minggu (3/5/2026). Peristiwa nahas tersebut pertama kali diketahui oleh Hariyanto (49), seorang warga yang hendak menuju kebun sekitar pukul 08.00 WIB. Saat melintasi jalan setapak menuju area pemakaman, saksi terkejut melihat sesosok tubuh tergantung pada dahan pohon cempedak. Saksi segera melaporkan temuan tersebut kepada Kepala Desa Lorok yang kemudian meneruskan informasi tersebut ke pihak kepolisian.
Setibanya petugas di lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), jenazah korban telah diturunkan oleh warga atas permintaan pihak keluarga. Korban dievakuasi ke rumah duka yang berjarak sekitar 100 meter dari titik penemuan. Berdasarkan identifikasi petugas, korban diketahui berinisial S (62), seorang petani setempat. Pemeriksaan awal medis dan olah TKP menunjukkan tidak adanya tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban, sehingga kuat dugaan bahwa kematian tersebut murni akibat gantung diri.
Kapolsek Indralaya, AKP Junardi, S.H., M.A.P., mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengamankan barang bukti berupa tali tambang yang digunakan korban serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi. Berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban diketahui telah lama mengidap penyakit strok pada bagian kaki selama kurang lebih empat tahun. Kondisi kesehatan yang tak kunjung pulih tersebut diduga kuat menjadi pemicu korban mengalami depresi hingga nekat mengakhiri hidupnya.
“Keluarga korban telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan secara tegas menolak untuk dilakukan autopsi. Mereka juga menyatakan tidak akan menuntut pihak mana pun di kemudian hari, yang dituangkan dalam surat pernyataan tertulis dengan disaksikan oleh perangkat desa,” ujar AKP Junardi dalam keterangan resminya. Saat ini, jenazah telah disemayamkan di rumah duka dan direncanakan akan segera dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Lorok.
(Risqi & Fitri)
DIDUGA DEPRESI AKIBAT SAKIT MENAHUN, SEORANG PETANI DI DESA LOROK DITEMUKAN TEWAS GANTUNG DIRI






