PALEMBANG ,Sumsel, Arbiter.Online
Di balik gemerlap pembangunan Kota Palembang, masih tersimpan kisah pilu yang menyentuh hati. Seorang janda yang harus berjuang seorang diri membesarkan empat orang anak setiap hari berjibaku mencari nafkah demi memenuhi kebutuhan hidup keluarganya,Sabtu(11/7/2026).
Perempuan tersebut tinggal di Lorong Santai 2, RT 26 RW 05, Kelurahan Ogan Baru, Kecamatan Kertapati, Kota Palembang. Kondisi rumah yang ditempatinya bersama keempat anaknya sangat memprihatinkan. Bangunan yang telah dimakan usia tampak rapuh dan disebut hampir roboh, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan penghuninya.
Di tengah keterbatasan ekonomi, sang ibu tetap berusaha tegar. Apa pun pekerjaan yang bisa menghasilkan uang akan dilakukannya agar keempat anaknya tetap bisa makan dan melanjutkan kehidupan sehari-hari.
Kesulitan yang dihadapi tidak hanya soal ekonomi. Fasilitas tempat tinggal mereka juga jauh dari kata layak. Untuk mandi, keluarga tersebut disebut masih harus menggunakan fasilitas di luar rumah, tepat di pinggir jalan, karena belum memiliki kamar mandi yang memadai.
Setiap hari mereka hidup dengan rasa cemas. Ketika hujan turun disertai angin kencang, keluarga ini mengaku khawatir rumah yang mereka tempati sewaktu-waktu bisa mengalami kerusakan lebih parah.
Warga sekitar berharap kisah pilu ini dapat menjadi perhatian berbagai pihak, baik Pemerintah Kota Palembang, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, instansi terkait, maupun para dermawan yang memiliki kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu.
Masyarakat berharap keluarga tersebut dapat memperoleh bantuan berupa perbaikan rumah, fasilitas sanitasi yang layak, maupun bantuan sosial lainnya agar sang ibu dapat menjalani hidup dengan lebih tenang sambil terus membesarkan keempat anaknya.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa masih ada warga yang hidup dalam keterbatasan dan membutuhkan perhatian bersama. Diharapkan pemerintah terkait dapat melakukan verifikasi lapangan terhadap kondisi keluarga tersebut sehingga apabila memenuhi persyaratan, bantuan yang diperlukan dapat segera diberikan.
(Risqi dan fitri)






