OGAN ILIR,Arbiter.online
Gerak cepat ditunjukkan Polri bersama masyarakat dan tim gabungan saat kebakaran melanda permukiman warga di Dusun II, Desa Pemulutan Ilir, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, Jumat (14/8/2026) pagi. Sebanyak enam unit rumah warga terbakar dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 08.45 WIB.
Begitu menerima informasi, personel Polsek Pemulutan langsung bergerak menuju lokasi untuk membantu warga dan melakukan upaya awal pemadaman. Tindakan pertama dalam proses pemadaman dilakukan personel Polri bersama masyarakat dengan menggunakan mesin pompa air karhutla milik Polsek Pemulutan serta mesin pompa air milik masyarakat yang berada di sekitar lokasi.
Dengan peralatan yang tersedia, personel Polri bersama warga bahu-membahu menyemprotkan air ke titik api untuk menghambat kobaran agar tidak semakin meluas, sembari menunggu bantuan armada pemadam kebakaran tiba di lokasi.
Upaya tersebut kemudian diperkuat oleh BPBD Kabupaten Ogan Ilir, Damkar Kota Palembang, Manggala Agni, serta unsur terkait lainnya. Sebanyak tiga unit mobil Damkar Kabupaten Ogan Ilir, satu unit mobil Damkar Kota Palembang, satu unit mobil Manggala Agni, serta peralatan pemadaman lainnya dikerahkan untuk mempercepat proses penanganan.
Api diduga pertama kali berasal dari rumah milik Bagus Pribadi (29), kemudian membesar dan merambat ke lima rumah lainnya. Dugaan sementara kebakaran disebabkan korsleting listrik, namun penyebab pasti masih dalam proses penyelidikan.
Kondisi di lapangan cukup menantang. Tiupan angin yang kencang membuat kobaran api cepat menjalar, sementara air sungai yang surut turut menjadi kendala dalam proses pemadaman.
Personel Polri, masyarakat, BPBD, petugas pemadam kebakaran dan unsur terkait terus berjibaku mengendalikan kobaran api. Setelah kurang lebih satu setengah jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 10.15 WIB.
Petugas kemudian melakukan pendinginan dan penyisiran guna memastikan tidak terdapat bara atau titik api yang berpotensi kembali menyala.
Kapolsek Pemulutan AKP Nugrah Angga Oktari, S.H. mengatakan, personel Polsek Pemulutan langsung mengambil langkah awal bersama masyarakat sebelum bantuan pemadam kebakaran tiba.
“Begitu menerima informasi, personel langsung menuju lokasi. Kami bersama masyarakat melakukan upaya awal pemadaman menggunakan mesin pompa air karhutla milik Polsek Pemulutan dan mesin pompa milik masyarakat sekitar. Hal ini dilakukan untuk menahan laju api agar tidak semakin meluas,” ujar AKP Nugrah.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat sangat membantu dalam penanganan awal kebakaran.
“Sinergitas dengan masyarakat sangat penting. Dengan peralatan yang ada, kami bersama warga berupaya semaksimal mungkin melakukan pemadaman sambil menunggu bantuan dari tim pemadam kebakaran,” katanya.
Dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa. Enam keluarga yang rumahnya terdampak untuk sementara tinggal di rumah keluarga masing-masing. Sementara kerugian materiel masih dalam proses pendataan.
Kapolres Ogan Ilir AKBP Rizka Aprianti, S.H., S.I.K., M.H. mengapresiasi gerak cepat personel Polsek Pemulutan bersama masyarakat dan tim gabungan dalam menangani kebakaran tersebut.
“Gerak cepat personel Polri bersama masyarakat dalam melakukan pemadaman awal sangat penting untuk mencegah api semakin meluas. Ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, terutama dalam situasi darurat,” ujar AKBP Rizka.
Kapolres juga mengapresiasi sinergitas BPBD, Damkar, Manggala Agni dan seluruh unsur yang terlibat hingga api berhasil dipadamkan.
Sementara itu, Kasihumas Polres Ogan Ilir IPTU Mansyur, A.Md., Kep., S.H. menegaskan bahwa langkah cepat personel di lapangan merupakan bagian dari pelayanan Polri kepada masyarakat.
“Polri tidak hanya hadir untuk melakukan pengamanan, tetapi juga harus mampu memberikan pertolongan ketika masyarakat menghadapi situasi darurat. Penggunaan mesin pompa Polsek dan bantuan mesin pompa masyarakat menjadi langkah awal yang sangat membantu dalam mengendalikan api sebelum tim pemadam tiba,” kata IPTU Mansyur.
Ia menambahkan, kebersamaan antara Polri dan masyarakat dalam menghadapi musibah menunjukkan kuatnya semangat gotong royong dalam menjaga keselamatan lingkungan.
Saat ini lokasi kebakaran telah diamankan dan dipasang garis polisi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Situasi pascakebakaran dalam keadaan aman dan kondusif.
Risqi dan fitri






