Palembang , Sumsel, Arbiter.online
Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Bersatu Rakyat Sriwijaya (DPP GBR Sriwijaya) menyoroti parahnya kondisi kabut asap di Sumatera Selatan yang kian pekat dan mengancam kesehatan masyarakat, aktivitas publik, serta perekonomian daerah. Berdasarkan kajian organisasi, bencana tahunan ini diduga kuat berakar dari praktik pembakaran lahan yang dilakukan secara sengaja oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab. Di sisi lain, DPP GBR Sriwijaya juga mempertanyakan efektivitas alokasi anggaran penanggulangan kabut asap senilai seratus miliar rupiah yang telah disiapkan pemerintah, namun belum menunjukkan hasil siginifikan di lapangan. Menanggapi persoalan tersebut, GBR Sriwijaya menyampaikan empat tuntutan utama kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Pertama, mendesak aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan, menangkap, dan menetapkan tersangka terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan pembakaran lahan. Kedua, meminta pemerintah mengoptimalkan seluruh upaya penanggulangan agar bencana kabut asap tidak berlarut-larut. Ketiga, mendesak transparansi dan pengawasan ketat terhadap penggunaan anggaran penanggulangan kabut asap senilai seratus miliar rupiah agar tepat sasaran dan akuntabel. Keempat, meminta pemerintah secara berkala menyampaikan perkembangan penanganan kepada masyarakat luas melalui DPP GBR Sriwijaya sebagai bentuk keterbukaan informasi publik. GBR Sriwijaya menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan warga Sumatera Selatan merupakan prioritas utama yang tidak dapat ditawar maupun ditunda lagi.
(Risqi dan fitri)
KABUT ASAP SELIMUTI SUMATERA SELATAN, GBR SRIWIJAYA DESAK PENINDAKAN TEGAS DAN TRANSPARANSI ANGGARAN






