Ogan ilir,Sumsel,Arbiter.online
Kepolisian Sektor (Polsek) Tanjung Raja melakukan pengawasan intensif di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) guna mengantisipasi dampak penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi yang berlaku sejak 19 April 2026. Langkah preventif ini diambil untuk mencegah praktik penimbunan, pembelian berlebihan (panic buying), serta gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polres Ogan Ilir.
Personel Polsek Tanjung Raja terpantau terjun langsung ke SPBU di Kelurahan Tanjung Raja, Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir pada Sabtu (25/4/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Patroli ini dilakukan sebagai respons cepat untuk menjamin kelancaran distribusi energi di tengah masyarakat pascapenyesuaian harga. Kapolsek Tanjung Raja, AKP Zahirin, menyatakan bahwa kehadiran aparat di lapangan bertujuan memastikan situasi operasional SPBU tetap terkendali dan tidak dimanfaatkan oleh oknum yang mencari keuntungan pribadi secara ilegal.
“Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, situasi di SPBU terpantau aman dan kondusif. Kami tidak menemukan adanya antrean panjang maupun aksi panic buying. Stok BBM saat ini dalam kondisi mencukupi dan proses distribusi berjalan lancar,” ujar AKP Zahirin. Hingga saat ini, pihak kepolisian juga tidak menemukan adanya konsentrasi massa atau aksi provokasi yang berpotensi mengganggu stabilitas wilayah. Namun, AKP Zahirin menegaskan bahwa pihaknya tetap mewaspadai potensi penyimpangan, mengingat disparitas harga antara BBM subsidi dan nonsubsidi dapat memicu praktik kecurangan seperti pengisian jerigen secara ilegal maupun penggunaan tangki kendaraan yang telah dimodifikasi.
Pihak kepolisian telah memberikan peringatan keras kepada pengelola SPBU agar tetap patuh pada regulasi dan tidak melayani pembelian yang menyalahi aturan. AKP Zahirin menekankan bahwa segala bentuk pelanggaran hukum akan ditindak tegas sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Selain itu, Polsek Tanjung Raja juga memperhatikan fenomena migrasi konsumen dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi yang dikhawatirkan dapat mengganggu kuota distribusi. Sebagai langkah tindak lanjut, patroli dan deteksi dini akan terus ditingkatkan untuk memastikan ketersediaan BBM bagi masyarakat tetap terjamin dan tepat sasaran. Kehadiran polisi di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus menjamin distribusi energi berjalan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan pemerintah.
(Risqi & Fitri)
ANTISIPASI PENYALAHGUNAAN BBM NONSUBSIDI, POLSEK TANJUNG RAJA PERKETAT PENGAWASAN DI SEJUMLAH SPBU






