Ogan Ilir,Sumsel,Arbiter.online
Kepolisian Sektor (Polsek) Rantau Alai, Polres Ogan Ilir, melaksanakan panen raya jagung di Desa Mekarsari, Kecamatan Rantau Alai, Kabupaten Ogan Ilir, pada Rabu (29/4/2026). Kegiatan ini merupakan langkah konkret kepolisian dalam mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus memperkuat stabilitas ekonomi masyarakat perdesaan.
Lahan seluas empat hektare milik kelompok tani yang dikelola oleh Hanafi menjadi lokasi utama panen raya tersebut. Berdasarkan hasil pengubinan dan estimasi di lapangan, total produksi jagung pada musim tanam ini diprediksi mencapai 32 ton. Angka ini dinilai cukup signifikan untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal dan meningkatkan kesejahteraan para petani setempat.
Agenda panen raya ini dihadiri oleh sejumlah pejabat lintas instansi, di antaranya Camat Rantau Alai Pebrina Mudianti, S.Sos., Kapolsek Rantau Alai AKP Suparna, koordinator penyuluh, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), pendamping desa, serta anggota kelompok tani Desa Mekarsari. Sinergi antarlini ini menunjukkan komitmen kolektif dalam mengawal kemandirian pangan di wilayah Ogan Ilir.
Kapolsek Rantau Alai AKP Suparna menjelaskan bahwa inisiatif ini bukan sekadar rutinitas pertanian, melainkan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat. “Melalui program ini, Polsek Rantau Alai berupaya mendorong kemandirian pangan masyarakat serta memperkuat struktur ekonomi desa agar lebih tangguh,” ujar AKP Suparna saat ditemui di lokasi panen.
Lebih lanjut, AKP Suparna merincikan bahwa siklus tanam dimulai sejak Februari 2026 dengan menggunakan bibit berkualitas sebanyak 60 kilogram. Selama masa tanam sekitar 130 hari, tanaman mendapatkan perawatan intensif, mulai dari pemupukan berkala hingga pengendalian hama menggunakan herbisida dan insektisida yang tepat sasaran. Optimalnya hasil panen kali ini membuktikan bahwa pendampingan teknis yang berkelanjutan membuahkan hasil maksimal.
Program ini terlaksana berkat kolaborasi harmonis antara Polsek Rantau Alai, Pemerintah Desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta bimbingan dari tim penyuluh pertanian. Kerja sama ini diharapkan menjadi purwarupa bagi desa-desa lain dalam memanfaatkan lahan produktif guna mengantisipasi potensi krisis pangan di masa depan.
Kegiatan panen raya berlangsung dalam situasi yang aman, tertib, dan kondusif. Proses pemanenan dijadwalkan terus berlangsung selama beberapa hari ke depan hingga seluruh area lahan selesai digarap sepenuhnya.
(Risqi& Fitri)
POLSEK RANTAU ALAI DUKUNG KETAHANAN PANGAN NASIONAL MELALUI PANEN RAYA 32 TON JAGUNG DI DESA MEKARSARI






