PENASIHAT PWI OGAN ILIR BERIKAN SOLUSI URAI KEMACETAN WISUDA UNSRI INDRALAYA

Ogan Ilir, Sumsel, Arbiter.online
Penasihat Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Ogan Ilir periode 2026–2029, Gusti M. Ali, memberikan sejumlah masukan konkret kepada pengelola Universitas Sriwijaya (Unsri) Kampus Indralaya untuk mengatasi masalah kemacetan lalu lintas yang kerap berulang setiap kali prosesi wisuda berlangsung.
Masukan tersebut disampaikan Gusti M. Ali pada Sabtu (22/8/2026). Ia menilai kemacetan panjang yang rutin terjadi saat momen kelulusan mahasiswa harus menjadi perhatian serius seluruh pihak terkait agar mobilitas masyarakat, terutama para wisudawan beserta keluarga, dapat berjalan tertib dan lancar.
Menurut Gusti, evaluasi menyeluruh terhadap manajemen lalu lintas di lingkungan kampus sangat mendesak. Hal tersebut meliputi penataan rute kendaraan, optimalisasi akses jalan alternatif, hingga efektivitas penempatan personel pengatur lalu lintas.
“Mohon izin memberikan koreksi dan solusi untuk Unsri Indralaya. Mengingat sejak dahulu hingga sekarang, setiap kegiatan wisuda mahasiswa Unsri Indralaya sering terjadi kemacetan panjang,” ujar Gusti.
Ia menjelaskan bahwa salah satu kelemahan utama di lapangan adalah belum optimalnya papan petunjuk arah untuk jalur masuk maupun keluar kawasan kampus. Di samping itu, pintu akses alternatif belum difungsikan secara maksimal untuk memecah penumpukan volume kendaraan.
Gusti juga menggarisbawahi pentingnya distribusi petugas lalu lintas di lapangan agar tidak menumpuk di satu titik saja. Guna mengantisipasi kemacetan kronis tersebut, ia menyarankan pihak rektorat Unsri untuk meningkatkan koordinasi dan kemitraan strategis bersama Kepolisian Resor (Polres) Ogan Ilir.
“Perlu dipasang tanda atau petunjuk arah jalan yang jelas sehingga pengemudi mengetahui jalur yang harus dilalui. Petugas lalu lintas juga sebaiknya ditempatkan di beberapa titik strategis, tidak hanya menumpuk di satu tempat,” tegasnya.
Selain aspek teknis rekayasa lalu lintas, Gusti menekankan pentingnya pendekatan humanis dari para petugas di lapangan. Menurutnya, para pengantar dan keluarga wisudawan datang dari berbagai daerah dengan latar belakang yang beragam, sehingga pelayanan yang ramah dan persuasif sangat diperlukan.
Ia menambahkan bahwa kelancaran arus lalu lintas saat acara berskala besar seperti wisuda bukan sekadar menjaga kenyamanan internal kampus, melainkan juga menjaga citra baik perguruan tinggi di mata publik secara nasional.
“Kita tentu bangga jika sekelas Unsri Indralaya dapat mengelola arus lalu lintas dengan baik. Infrastruktur jalan sudah cukup tersedia, tinggal bagaimana difungsikan secara terstruktur dan didukung pengaturan lalu lintas yang baik,” tuturnya.
Gusti berharap masukan konstruktif ini dapat segera ditindaklanjuti oleh manajemen Unsri dan instansi terkait agar kemacetan parah tidak lagi menjadi persoalan tahunan.
“Harapan kita, suasana kemacetan panjang tidak lagi menjadi momok dan sumber kekesalan bagi para pengantar maupun orang tua wisudawan dan wisudawati Unsri Indralaya,” pungkasnya.
(Risqi dan fitri)

Pos terkait