Dorong Peran Pelaku Usaha dalam Pembangunan Nasional, ASBF dan STIE Cendekia Bojonegoro Gelar Talk Show Perpajakan Digital 2026

Bojonegoro Jatim, arbiter.com // Peran pelaku usaha dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional menjadi salah satu isu penting di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan pola bisnis. Hal tersebut menjadi perhatian dalam kegiatan Talk Show Perpajakan Digital 2026 yang diselenggarakan oleh Asia Small Business Federation (ASBF) bersama STIE Cendekia Bojonegoro, pada Selasa (3/11/2026), di Hall Lantai 2 STIE Cendekia Bojonegoro.

Mengusung tema “Peran Serta Pelaku Usaha dalam Pembangunan Nasional”, kegiatan ini menjadi forum diskusi dan edukasi bagi pelaku usaha, akademisi, serta masyarakat untuk memahami perkembangan perpajakan digital, regulasi perpajakan, dan kontribusi dunia usaha terhadap pembangunan ekonomi.

Talk show ini menghadirkan tiga narasumber dari kalangan profesional dan praktisi, yaitu Wiwik Sri Wilujeng, SE, selaku General Manager GOFUN; Febriana Dwi Carira, selaku Penyuluh Pajak Ahli Pertama; serta Ilham BP, selaku praktisi.

Ketiganya diharapkan dapat memberikan sudut pandang yang berbeda mengenai perkembangan dunia usaha, administrasi perpajakan, serta tantangan yang dihadapi pelaku usaha dalam mengikuti perubahan ekonomi digital.

Disamping itu para peserta dari kalangan Gen Z yaitu mahasiswa Stie Cendekia dan Para Pelaku Usaha yang tergabung di Paguyuban UMKM PRIMA UTAMA JATI ( PUJ ) Juga turut mengikuti kegiatan tersebut bahkan menampilkan Produk usaha mereka.

-Pelaku Usaha Bukan Sekadar Penggerak Bisnis, tetapi Juga Pembangunan Ekonomi

Chief Executive Area ASBF Bojonegoro, R. Susilo Indrianto, S.Pd, ST, MM, C.PP, yang akrab disapa Cak In, menegaskan bahwa pelaku usaha memiliki peran penting dalam menjaga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi, baik pada sektor mikro maupun makro.

Menurut Cak In, perubahan pasar dan perkembangan teknologi telah membuka peluang usaha baru. Fenomena ini terlihat dari semakin banyaknya generasi muda, khususnya Gen Z, yang mulai membangun startup dan mengembangkan bisnis berbasis teknologi.

Pelaku usaha saat ini mempunyai peran yang sangat penting dan krusial dalam membantu pertumbuhan dan perkembangan ekonomi, baik di sektor mikro maupun makro. Ucap Cak In.

“Dengan perubahan pasar serta teknologi, kini muncul startup dari Gen Z yang terus berkembang menopang perekonomian negeri ini,” Ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa keberadaan pelaku usaha tidak hanya berkaitan dengan aktivitas mencari keuntungan. Dunia usaha juga berkontribusi dalam membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, serta mendukung penerimaan negara melalui kepatuhan terhadap ketentuan perpajakan.

Karena itu, menurutnya, pelaku usaha perlu terus meningkatkan kemampuan beradaptasi, memahami regulasi, dan memanfaatkan teknologi agar mampu bertahan sekaligus berkembang di tengah persaingan bisnis.

-Perpajakan Digital dan Tantangan Dunia Usaha

Perkembangan teknologi telah membawa perubahan dalam cara pelaku usaha menjalankan bisnis, mulai dari pemasaran, transaksi, pencatatan keuangan hingga administrasi perpajakan.

Perubahan tersebut menuntut pelaku usaha untuk semakin memahami sistem perpajakan digital dan ketentuan yang berlaku. Bagi UMKM, pemahaman ini menjadi penting agar pengelolaan usaha berjalan lebih tertib dan sesuai dengan kewajiban perpajakan.

Melalui forum ini, ASBF dan STIE Cendekia Bojonegoro ingin memperluas pemahaman bahwa perpajakan bukan hanya persoalan administrasi, tetapi juga bagian dari kontribusi pelaku usaha terhadap pembangunan negara.

Membangun Kolaborasi untuk Memperkuat UMKM
Kolaborasi antara ASBF dan STIE Cendekia Bojonegoro diharapkan dapat menjadi jembatan antara dunia akademisi, praktisi dan pelaku usaha guna membuka peluang pendampingan dan pengembangan usaha, khususnya bagi UMKM di Bojonegoro.

Cak In berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti pada diskusi dan seminar, tetapi dapat dilanjutkan dengan program-program nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan dunia usaha.

“Kita ingin pelaku usaha tidak hanya menjadi penonton dalam perubahan ekonomi, tetapi menjadi bagian dari penggerak pembangunan nasional. UMKM harus naik kelas, generasi muda harus berani membangun startup, dan dunia usaha harus mampu beradaptasi dengan teknologi. Inilah saatnya membangun kolaborasi dan menciptakan ekosistem usaha yang lebih kuat,” tegasnya.

Melalui kegiatan Talk Show Perpajakan Digital 2026, ASBF dan STIE Cendekia Bojonegoro berharap semakin banyak pelaku usaha yang memahami pentingnya adaptasi teknologi, kepatuhan perpajakan, dan kolaborasi dalam mengembangkan bisnis.

Pada akhirnya, pertumbuhan ekonomi nasional membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pelaku UMKM, perusahaan, generasi muda, akademisi, dan praktisi memiliki ruang untuk berkontribusi sesuai kapasitas masing-masing. (Tg.Iw)

Pos terkait